Monday, November 28, 2011

Tarot Deidra

Beberapa waktu yang lalu, saya 'dibaca' dengan kartu Tarot oleh seorang gadis enerjetik yang suka menggambar dan bersepeda, Deidra Mesayu
Ini kali pertama saya 'dibaca' dengan kartu-kartu berjumlah 78 lembar ini. Dan di siang hari yang cukup terik mendung itu, Dey, panggilan Deidra siap 'membaca' saya dengan kartu tarotnya yang bergambar kurcaci-kurcaci kecil dengan berbagai pose.
Sebelum memulai pembacaannya, Deidra terlebih dahulu menjelaskan tentang asal-usul Kartu Tarot, bagaimana peraturannya, lalu saya diminta untuk mengocok kartu selama yang saya mau, lalu Dey akan menyusunnya dalam rangkaian panjang dan ia meminta saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Ah.
Saya agak malu sebenarnya, karena pertanyaan-pertanyaan saya cukup pribadi, tapi karena saya belum pernah melakukan hal ini sebelumnya dan hey, kenapa tidak saya coba?
Jadilah saya mengajukan pertanyaan pertama saya.
Dan Dey meminta saya untuk mengambil secara acak 4 kartu dengan tangan kanan.
Oke, jadi kata Dey, kadang-kadang ada pertanyaan yang membutuhkan untuk diambil dengan tangan kiri atau tangan kanan atau bisa kedua-duanya. Jumlah kartu yang diambil pun juga tergantung pertanyaannya. Kadang sebuah pertanyaan hanya membutuhkan satu kartu, atau malah delapan kartu sekaligus.
Jadilah kami asyik dengan pertanyaan-pertanyaan, pembacaan-pembacaan, dan saya sempat sibuk juga mengamati gambar-gambar kurcaci yang tertera di Kartu Tarot Deidra.
Ada yang menarik di sana.
Simbol-simbol yang dipakai di kartu terkadang bisa membuat saya menahan napas atau menepuk dahi.
Seperti misalnya saat gambar seorang kurcaci perempuan berperut besar dan di atasnya bertuliskan 'PREGNANCY'. Waduh!
Saya sudah mikir yang enggak-enggak, hahaha!
Padahal artinya bukan tentang kehamilan.
Deidra berkata kalau pembacaannya biasanya tepat 80%, sedangkan gurunya bisa tepat 100%, dan saya membuktikannya saat saya mengajukan pertanyaan tentang pekerjaan saya, dan yang muncul adalah gambar seorang kurcaci berjenggot lebat yang sedang mengendarai kereta kayu yang ditarik oleh dua ekor kelinci yang gemuk-gemuk. 
Ah! Lagi-lagi saya meringis.
Saya sempat bertanya, kapan saya berhenti mengajukan pertanyaan.
Dan Dey menjawab, terserah, karena ia bisa saja 'membaca' saya hingga seluruh kartunya habis terbuka.
Dan saya tersenyum lebar, oke kalau begitu, mengapa tidak?
Akhirnya, menit demi menit berlalu, saya terus mengajukan pertanyaan, dan Dey terus membuka-buka kartu.
Kami kadang tertawa terbahak-bahak, dan kadang saya merengut saat memandang gambar-gambar yang muncul.
Dan siang itu, kami berdua bisa menyelesaikan sesi membaca Kartu Tarot hingga benar-benar selesai!
Semua kartu selesai dibaca.
Semua kartu sudah terbuka.
Dan semua pertanyaan sudah terjawab.
Butuh hampir dua jam lebih untuk 'membaca' saya siang itu. Dan saat melihat Deidra, saya langsung tahu kalau ia lapar berat! :)
Tarot-tarot Deidra.
PS: Makasih ya, Deidra! :)

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...