Friday, August 5, 2011

Di Antara Candi-Candi Shiwa

Masih di Dieng.
Dan perjalanan kami masih panjang.
Selepas berjalan-jalan di dalam hutan, telaga dan gua, kami langsung meluncur ke Candi Bima.
Cuaca cerah.
Sempurna untuk memandang keteguhan batu-batu abad delapan masehi yang masih berdiri tegak di bawah langit biru. Kami segera mendaki tangganya.
Dan terpesona.
Candi ini menjulang dengan banyak kudu atau relief wajah yang terpahat di sepanjang tubuhnya.
Kami duduk di rerumputan di bawah kakinya.
Bermeditasi.
Menjadi hening.
Dan menghirup energi-energi yang tersimpan di antara relung-relungnya dan relief-reliefnya.
Saya melihat ada beberapa relief yang terkotori oleh tangan-tangan jahil serupa nama-nama yang pernah singgah di candi ini.
Ah. Anak muda. Pikir saya galau.

Candi Bima.
Ada beberapa guratan nakal anak-anak muda yang dimabuk cinta
di batu-batu tua ini. Ah!
Kudu, sang wajah-wajah yang melongok dari jendela batu.
Bima yang menjulang gagah.
Dari sisi yang lain, candi ini tetap gagah meski usianya
sudah hampir 1600an tahun.

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...