Saturday, August 6, 2011

Antara Candi dan Saya



Saya selalu suka candi.
Seperti membaca cerita masa lalu tanpa harus membuka lembaran-lembaran berdebu. Hanya memandang, menyentuh, meraba, masuk ke relung-relungnya, lalu sejenak berdiam di dalamnya, menghirup hawa yang terekam dan terpendam jauh di bawah debu-debu purba dan aroma kejayaan masa lalu.




Saya selalu suka candi.
Seperti kembali ke dalam gua garba, yang dingin berdesau, angin memusau dan membawa sajak-sajak lirih tentang persembahan dan pemujaan dewa-dewa, lalu saat mata menutup sejenak, mencoba membawa kembali apa yang hadir dan tidak hadir, saya merasakan sesuatu yang hidup dan bernafas di dalam relung-relung candi yang membisu. Menggeletar. Berdenyut. Dan, ah, saya ada di dalamnya.


Saya selalu suka candi.
Bebatuan tua yang merapat dan memuncak, berkelindan dan bertumpuk-tumpuk dengan serpihan-serpihan cerita yang terpahatkan pada dinding-dindingnya yang abu-abu, dan ramuan dedoa dan mantra yang terlekat dalam setiap denyut dan desau batu-batunya.

Saya selalu suka candi.
Bahwa ada sebuah peradaban yang teredam di dalamnya, menyejarah dan rahasianya terbungkus rapi dalam setiap retas tangga-tangganya yang mulai ditumbuhi lumut dan sulur yang seakan hendak mencuridengar pembicaraan yang terhalus hingga rahasia-rahasia alam yang dikandungnya.

Saya selalu suka candi.
Karena candi bisa berbicara apa saja tentang dirinya tanpa harus berteriak-teriak karena suara menjadi tak terlalu dibutuhkan.
Hanya hening.
Dan sunya.
...

3 comments:

  1. yah kalo ini kowe banget pan, sing paling nduwur itu kolaborasi lingga vs yoni....

    ReplyDelete
  2. aku pernah ke dieng waktu 2006 9abis blog roll seri dieng mu :D). salah satu hal paling menyenangkan dari dieng adalah dia emnawarakan beragam lanskap yang berbeda. dari gua, telaga warna, telaga menjer, berbagai jurang, perkebunan, rumah penduduk, kawah, biskop, sumur jalatunda--aku juga ikutan coba lembar batu di sana ;))--sampai candi.

    dan yang paling ga tahan adalah harus bangun jam 3 pagi buat nonton matahari terbit di dingin yang sampe bikin daun-daun membeku. ahahaha... what a nice holiday!!

    ReplyDelete
  3. @Gugun 7: hihihihi..iya ya, kamu pasti tahu! :D
    btw buku candi-nya belum ada di ypr, aku nggak tahu dimana, apa masih kamu bawa Gun?

    @Jeng Sueb: makasih ya jeng, sudah mampir :)
    iya, Dieng memang selalu mempesona! :D
    hihihi...

    ReplyDelete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...