Saturday, July 30, 2011

Ritual Bangun Pagi

Beberapa bulan terakhir ini, hidup saya dimulai pukul sembilan.
Ah!
Saya tak tahu kenapa saya tak bisa bangun pagi sedang pacar saya, Greg selalu bangun pagi-pagi setiap hari. Jam setengah lima ia sudah mandi, menyetel musik pagi, ajojing, lalu berangkat.
Sedangkan saya?
Masih melungker dengan bantal kapuk berkain batik yang dibuat oleh ibu saya menempel di atas wajah.
Wah!
Memalukan.
Katanya nenek saya dulu di Mojokerto, tak baik anak gadis bangun setelah matahari sudah di atas kepala.
Katanya lagi, kita harus bangun tidur sebelum matahari muncul dan sebelum ayam berkokok.

Wah!
Saya tak bisa!
Sudah saya coba dengan alarm, tapi tetap saja saya akan mematikan alarm begitu ia berbunyi lalu tidur lagi.
Saya memang tak bisa bangun pagi.
Kecuali kalau paginya ada hal-hal yang harus bangun pagi, saya akan bangun pagi. Misal saya ada penerbangan pagi buta, atau siap-siap traveling kemana, saya akan setel alarm saya hingga volume tinggi dan menaruhnya di dekat telinga saya.
Nah, beberapa bulan terakhir ini, saya memang tinggal sendiri, terpisah dari keluarga dan merasakan nikmatnya mempunyai ruang.
Jadi, ritual bangun pagi saya ya, langsung ke belakang! Ha-ha-ha.
Kadang saya heran dengan Greg, kenapa ya ia bisa selalu konsisten bangun pagi-pagi. Sedangkan saya tidak.
Mungkin karena ia selalu tidur siang dan saya tidak pernah.
Oya.
Saya tidak pernah tidur siang.
Seumur hidup saya, belum sekali pun saya bisa tidur siang.
Saya ingat, waktu saya masih TK, saya sudah punya kamar sendiri. Dan ibu saya selalu menyuruh saya tidur siang.
Tapi saya tak pernah bisa merem.
Hanya tiduran di kasur, menatap langit-langit kamar, dan menerawang kemana-mana.
Sampai sekarang.
Padahal rumah yang saya tinggali sekarang sangat adem dan enak untuk tidur.
Kadang saya menyebutnya 'sleepy house' karena benar-benar nyaman sekali dengan angin sepoi-sepoi dan membuat teman-teman saya yang datang berkunjung langsung menguap, matanya merem-melek, lalu berbaring di lincak bambu yang nyaman.
Tapi tetap saja saya tak bisa tidur siang!
Pernah saya coba, berbaring rileks, dengan bantal batik yang nyaman, menguap, tapi tetap saja tak bisa tidur.
Hanya menguap-menguap saja.
Jadilah waktu tidur saya hanya malam hari.
Biasanya saya tidur sekitar pukul 12 malam atau kalau beberapa minggu terakhir ini selalu tidur hingga jam 2 pagi.
Dan bangunnya tetap pukul delapan.
Ah!
Hanya satu yang saya suka waktu saya bangun tidur:
rambut saya!
Seperti pagi ini, saya terbangun lalu terbirit-birit ke belakang dan pandangan saya tertumbuk pada kaca di samping kamar mandi.
Wah!
Rambut saya njegrag abis seperti Son Go Ku!

3 comments:

  1. waaaa... aku sukak rambutnya... jigrak jigrak bergembira... ;p

    ReplyDelete
  2. hihihihi,,,
    iya :D
    makasih Mbak Ditaaa :D

    tiap pagi jadi Son Go Ku :D hehehe

    ReplyDelete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...