Monday, July 11, 2011

Deru-deru Jakarta

Beberapa hari yang lalu saya ke Jakarta untuk menghadiri sebuah pertemuan. Ah, berangkat pagi-pagi ke bandara dan agak kesal karena pesawat terlambat hingga 45 menit! Mata masih mengantuk, mulut kering dan lidah beku.
Tertatih-tatih saya masuk kabin dan duduk di ujung belakang.
Begitu pesawat mengudara, saya sudah siap-siap hendak memfoto sekilas pandang udara, dan inilah beberapa foto yang sempat saya buat sebelum saya akhirnya tertidur pulas seperti bayi dan baru bangun saat mendarat di Soekarno-Hatta.

Kapal-kapal yang berbaris di ujung Jakarta.
Dan sekali lagi saya geragapan saat turun karena silau dan tubuh terasa kering seperti cucian habis diperas. Ah! Tujuan berikutnya: minum!
Kebetulan saya bertemu dengan Mbak Dyah, teman dari Solo yang juga ikut menghadiri pertemuan kali ini. Kami bergegas menuju halte bis Damri yang akan membawa kami ke Blok M. Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada alat penyedia minuman otomat di depan halte. Wah, lumayan bisa mencoba!
Saya belum pernah melihat alat otomat ini sebelumnya, jadi langsung saya masukkan lembaran uang sepuluh ribu dan memencet tanda minuman yang diinginkan, dan plung, si minuman akan jatuh ke bawah!
Hehehe, ndeso ya :)
Akhirnya tenggorokan saya basah!
Saya agak heran, kenapa akhir-akhir ini saya jadi cepat sekali merasa kering, bukan merasa haus, tapi perasaan kering seperti tanaman yang layu bukan karena terlambat disirami air tapi juga karena terlalu banyak kena sinar matahari. Apakah gelombang panas sudah mulai melanda?
Pikiran saya lalu dengan cepat dialihkan ke jalanan Jakarta yang ramai siang itu, di mana-mana kendaraan berseliweran dan memenuhi jalan. Dan tiba-tiba saja kami berada di tengah-tengah kemacetan.
Olala, ada demo!
Di seberang saya terlihat ratusan massa berbaju hitam-hitam yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Masyarakat Bawah sedang berkonvoi membawa segala atribut demo, mulai dari bendera, panji-panji dan yel-yel yang diteriakkan melalui corong khas demo.
Saya kurang jelas mereka menuntut apa, atau membicarakan tentang apa karena saya ada di dalam bis. Beberapa menit kemudian kami melaju kembali, melewati jalan tol yang bebas hambatan, melewati gedung-gedung pencakar langit, gedung DPR, gedung-gedung yang lain, dan kami tiba di daerah Blok M. Wah, di sini jalanan agak lengang!
Kenapa ya? Apa karena hampir semua orang Jakarta pergi ke Jogja karena sekarang adalah masa-masa liburan?
Coba tengok gambar yang saya jepret di bawah ini. Sangat tidak Jakarta ya. 


Dan inilah wajah-wajah Jakarta yang sempat saya potret saat itu.

2 comments:

  1. ealaahh moro jakarta g ngobrol,,
    kan qt bisa sejenak berjumpa,, :D

    ReplyDelete
  2. weh iya ya...lha aku ndak tahu kamu di jakarta bagian mana e jeng :D
    kemarin itu aku ke blok m, hehehe...
    ya udah, kamu aja yg mampir jogja :D hehehe

    ReplyDelete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...