Friday, July 15, 2011

Apa? Sop Ikan Hiu?

Ya.
Beberapa hari yang lalu saya dan Greg mencoba sup ikan hiu di sebuah warung apung di daerah Sleman.
Kenyataan bahwa ikan hiu termasuk spesies yang terancam punah dan kabar bahwa daging ikan hiu mengandung merkuri sudah kami dengar sebelumnya. Toh, kami ingin mencoba saja, bagaimana rasanya daging ikan hiu. Ehm, katanya juga, daging ikan hiu berkhasiat untuk menambah kejantanan pria, he-he-he.

Jadilah kami memesan sop ikan hiu dan sempat terkaget-kaget karena ternyata si warung apung ini menyediakan sop bibir ikan hiu. Bibir? Ya, bibirnya saja.
Saya menggeleng.
Dan inilah sop ikan hiu yang kami cicipi waktu itu:

Dagingnya besar-besar dan berserat. Rasa yang baru bagi lidah saya.
Sayang, penyajiannya kurang cantik sehingga kurang menggugah selera.

Saya hanya mengambil semangkok kecil saja dengan tiga kerat daging ikan hiu. Dalam penilaian saya, sop kurang segar meski disajikan panas, dan penyajiannya kurang cantik. Pengolahan sop dan daging ikannya sendiri saya beri nilai 6,5. Meski agak kecewa karena tak sebanding dengan harganya, ah, tidak apa-apa, toh kami sudah senang bisa mencoba sesuatu yang baru.
Lalu kami memesan brokoli seafood dan kakap bumbu bali.
Ahay! Semacam makan besar ya?
Kami selalu senang untuk mencoba resep-resep baru, lalu menyimpan rasa baru itu dalam memori, mencatatkannya dalam sebuah notes kecil lalu mencoba sesuatu yang baru juga di dapur kami.
Dan tentu saja, prinsip kami adalah mencoba cukup sekali saja.
Tak pernah kami pergi ke sebuah restoran atau warung makan dengan menu spesial sebanyak dua kali! Semua-hanya-satu-kali-saja!
Dan hanya-satu-kali ini membuat kami bisa pergi ke berbagai jenis restoran dan warung di mana saja, dan mencicipi rasa-rasa baru dan kadang kecewa, atau terperanjat, atau terkesima dengan penampilan yang luar biasa.
Oke, jadi inilah makan siang besar kami, ehm tentu saja kami berdua tak bisa menghabiskan semuanya, jadi saya membungkus semua yang tak bisa kami tampung dalam perut dan membawanya pulang!
Makan siang yang besar untuk berdua!
Kakap krispi yang dibumbu Bali. Tapi sayang, rasanya manis!
Ah, saya mengharapkan rasa yang lebih nendang!
Sop ikan hiu-brokoli seafood-kakap bumbu bali.

2 comments:

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...