Wednesday, June 15, 2011

Semalam di Pohsarang

*sambungan dari Perjalanan Menuju ke Diri*
Inilah Wisma Mbah Kung yang kami cari. Letaknya persis di depan Gereja Pohsarang. Langsung saja kami masuk dan mencari Nanto yang kemungkinan besar sudah sampai duluan karena ia berangkat bersama pamannya.
Wisma Mbah Kung ini disain bangunannya sangat menarik. Angin selalu bertiup di dalam rumah sehingga suasananya selalu sejuk dan adem.
Nanto bercerita kalau rumah Mbah Kakungnya ini memang didisain untuk tidak menghalangi arus angin yang bertiup di sela-sela perbukitan di belakang rumah. Jadi ketika angin datang dari bukit, langsung ia akan bergerak bebas, masuk ke dalam rumah, berdesau, dan akhirnya keluar. Saya berdecak kagum. Wah, rumah yang ramah dengan jalur angin! pikir saya.
Setelah berkenalan dengan pamannya dan menyantap menu makan siang yang sederhana tapi lezat, kami lantas berjalan menuju Gereja Pohsarang.

Gerbang lengkungnya yang unik.
Gereja Pohsarang tampak depan.
Wah saya terlihat kecil sekali di depan gereja batunya!
Apalagi ini :) hayo cari, dimanakah saya?
Menuju ke gua kontemplasi.

Itu bukan lampu lho, tapi dari genteng kaca.
Patung Kristus Raja yang dipahat oleh kakeknya Nanto.
Bagian belakang Patung Kristus Raja.
Ukiran ini juga hasil karya kakeknya Nanto.
Kami menyempatkan diri untuk datang ke Gua Maria Lordes.
Lilin, bunga, doa.
Ada hal yang menarik saat kami tiba di Gua Maria. Saat itu di desa sebelah sepertinya sedang ada pengajian, jadi kami bisa mendengar dengan keras sekali suara kyai-nya yang sedang berkhotbah. Lengkap dengan suara latar belakang para jamaahnya yang hadir. Dan tema pengajian waktu itu adalah tentang bagaimana hukumnya dan tata tertibnya melakukan jima'.
Ah, saya melirik Greg yang sedang bermeditasi.
Saat melihatnya berkontemplasi dengan khusuk, saya percaya, bahwa kerukunan antar iman bisa terjadi dengan sangat indah dan damai...

7 comments:

  1. Wah, sangat menarik.....senang ya bisa kemana mana. Banyak berjalan, banyak yang dilihat dan...bisa berbagi cerita lagi.

    ReplyDelete
  2. hihihihi :D iya jeng :)
    semoga setelah ini bisa berjalan-jalan lagi :)

    ReplyDelete
  3. woohh apik, yuu!!! langsung mencaricara ke sana.. hoohho

    ReplyDelete
  4. @ Mbak Ria: hihihi...disana anginnya gedeee :) gereja di dalamnya indah, sayang aku gak bisa moto :( seperti arsitektur Majapahit dengan batu bata merah :)

    ReplyDelete
  5. Hi.. salam kenal,
    Saya sedang mencari - cari referensi tentang wisma mbah kung ini saat saya menemukan blog ini.
    Mau tanya yah.. apakah wisma mbah kung ini disewakan per kamar ? kalau saya bawa anak - anak boleh ?
    Saya mau ajak suami dan anak - anak ke Puh sarang, lagi cari tempat untuk menginap.

    terima kasih sebelumnya ya

    ReplyDelete
  6. Hi.. salam kenal,
    Saya sedang mencari - cari referensi tentang wisma mbah kung ini saat saya menemukan blog ini.
    Mau tanya yah.. apakah wisma mbah kung ini disewakan per kamar ? kalau saya bawa anak - anak boleh ?
    Saya mau ajak suami dan anak - anak ke Puh sarang, lagi cari tempat untuk menginap.

    terima kasih sebelumnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak :)

      Salam balik juga :)
      silahkan hubungi teman saya, Hananto di 0856 100 3846 karena Wisma Mbahkung itu milik kakeknya :)
      setau saya memang disewakan untuk umum, sip :)

      maturnuwun

      Delete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...