Friday, June 10, 2011

Creambath Gila!

Saya mungkin pernah bercerita kalau saya pernah ratus dan hasilnya menghebohkan. Saya memang termasuk jenis perempuan yang tak pernah ke salon kecantikan, jadi agak gegar budaya dan kadang melakukan hal-hal menggelikan. Maklum, saya biasa potong rambut di salon di kampung saya, yang namanya cukup hibrid, Salon Youkenez, seharga lima ribu saja, tanpa keramas hanya disemprot-semprot air sumur yang dimasukkan ke dalam semprotan pemandi burung dalam sangkar. Sret-sret!

Nah, beberapa hari yang lalu tepatnya dua hari sebelum hari pernikahan, saya diajak Kai untuk potong rambut di sebuah salon di bilangan Gejayan. Dan saya boleh memilih: potong rambut juga atau yang lain. Hmm, setelah saya pikir-pikir, saya akan mencoba layanan creambath.
Ehm, ehm, saya memang belum pernah creambath.
Ya! Saya belum pernah!

Jadi, saya bilang dengan mantap kepada Mbak salonnya, saya mau krimbad.
Mbak salon tersenyum dan memberi saya kain biru yang terlipat rapi:
silakan dipakai Mbak, katanya sambil tersenyum ramah.
Saya segera ambil kain birunya lalu masuk ke toilet, dan saya tidak ngeh dengan apa yang ada di tangan saya.
ROK?
Kenapa Mbak salon itu memberi saya rok ya?
Tapi saya pakai saja, lalu saya keluar dari kamar sambil menenteng celana pendek saya. Dan Mbaknya tertawa terbahak-bahak,
Maaf Mbak, itu untuk kemben, bukan rok.
Saya merah.

Lalu kembali lagi ke toilet dan membuka kaos saya dan menggantinya dengan kemben. Untunglah tali bra saya menggantung di leher, tak di pundak, jadi saya tak perlu membuka bra. Sore itu, salon cukup ramai dan saya tak mau merah lagi kalau saya harus membuka bra saya.
Mbak salon menggiring saya ke kursi besar berwarna coklat tua yang mengingatkan saya pada kursi di dokter gigi. Saya harus mendongak dan menaruh kepala saya di atas sandarannya agar Mbak salon bisa mengeramasi rambut saya.
Dan ternyata, kursinya terlalu besar!

Beberapa kali Mbaknya bilang, maaf Mbak, ke atas sedikit.
Tapi saya selalu melorot.
Hingga beberapa kali 'maaf-Mbak-ke-atas-sedikit', akhirnya saya berhasil menyesuaikan posisi kepala saya dengan sandaran punggung, sandaran kepala, dan bak kecil berisi air hangat tempat kepala saya dikeramasi.
Saat Mbak salon berkata pakai sampo biasa atau sampo dengan merek khusus yang cukup terkenal dalam dunia perkeramasan, saya berpikir.

Oke, ini creambath saya yang pertama kali seumur hidup saya, jadi saya ingin perawatan yang tak biasa. Jadilah saya pilih yang dengan merek.
Hmm, ternyata enak juga ya, sambil dipijat-pijat dan dikeramasi.
Ketika Mbaknya bertanya lagi saya mau krimbad dengan apa, saya juga cukup bingung. Hmm, ternyata ada banyak pilihan, tradisional, aromaterapi, merek khusus, buah-buahan, dan akhirnya saya memilih: cokelat!
Karena Greg suka sekali cokelat, dan saya pikir punya rambut beraroma dan berasa cokelat akan sangat menyenangkan bagi semua orang!

Dan setelah selesai keramas, saya digiring lagi untuk duduk di depan kaca besar dan dengan perlahan dan menyenangkan, Mbak salon memijat kepala saya dengan krim cokelat besar yang baunya, hmmmm, cokelat!
Saya cukup heran dan tak menyangka karena setelah selesai dengan rambut, Mbak salon lalu memijat pundak dan tangan saya dengan scrub wangi.
Wah, saya belum mandi!

Sayangnya, setiap lima menit telepon saya berbunyi karena saya masih dalam H-2 pernikahan, jadi banyak sekali yang harus diurus. Dan Mbak salon berkata, wah, creambath harusnya santai Mbak, nggak terburu-buru.
Saya hanya nyengir, sambil mengangkat telepon yang untuk keberapa kalinya.

Jadi, saya akhiri sesi pemanjaan kepala saya dengan berganti baju langsung di depan kaca, tak sempat ke toilet lagi karena jadwal yang masih padat. Saya berjanji, saya akan pijat setelah semuanya selesai!
Atau, spa mungkin kedengarannya menarik?
Toh saya belum pernah spa juga...
Dan saya melonjak gembira saat kemarin setelah pernikahan, seluruh tim wedding mendapatkan voucher massage gratis 1,5 jam di D'Omah Spa!
Saya akan bercerita lebih banyak tentang pengalaman saya spa besok!
Dan tulisan kali ini akan saya tutup dengan sebuah kalimat yang saya suka, karena beberapa hari ini banyak yang bilang kalau saya gemuk:
hey, i am NOT overweight, i am just undertall! :)

4 comments:

  1. wakakakakak.... suka bener baca cerita2mu mbak!

    ReplyDelete
  2. hihihihi :D
    makasih Mbak Nelia :)
    aku juga mbaca terus petualanganmu dengan si kecil lo Mbak :)

    ReplyDelete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...