Friday, May 6, 2011

Tentang Kretek

Kudus, tentu saja, terkenal dengan kretek.
Saat kami berputar-putar kota setelah mampir ke Menara Masjid Kudus yang dibangun sejak tahun 1549 itu, kami sempat melewati pabrik dan kantor PT. Djarum, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Kami juga melewati gang kecil bertuliskan GANG NITISEMITO. Mau tak mau, saya langsung ingat dengan artikel kecil yang saya baca sebelumnya.
Nama Nitisemito tak bisa dipisahkan dengan kretek, rokok berbau khas dengan bahan utama tembakau dan cengkeh. Ialah yang pertama kali mengenalkan kretek, tembakau yang ia campur dengan tumbukan cengkeh yang digulung dalam klobot, atau kulit jagung kering. Rokok inilah yang kemudian menjadi andalannya dengan merek Bal Tiga, yang ia jual mulai tahun 1906.
Kudus lalu menjadi pusat industri kretek, bahkan pernah ada 200 pabrik rokok beroperasi. Sekarang hanya tinggal 50-an saja industri rumah tangga dan beberapa industri besar. Rasionalisasi menyebabkan industri rokok kretek kemudian 'hanya' didominasi oleh pengusaha besar, seperti Sampoerna di Surabaya, Gudang Garam di Kediri dan Djarum di Kudus. Nitisemito adalah korban dari industri yang ia ciptakan sendiri dan meninggal dalam kebangkrutan pada tahun 1953.
Sebenarnya kami ingin mengunjungi Museum Kretek, tapi ternyata Sabtu dan Minggu tutup, jadi ya ndak apa-apa. Toh saya dulu pernah mengunjungi Museum Sampoerna di Surabaya.
Oya, saya lupa bercerita kalau saya sempat berputar-putar di lorong tua kampung Kauman dekat Menara Masjid Kudus. Ah, rasanya hampir seperti di Kotagede. Bangunan-bangunan tua dari kayu tampak berjajar, pintu-pintunya besar dan kuno, pun hawanya memendam beban sejarah masa lampau.
Saya perhatikan, banyak pondok pesantren tersebar di sini. Lengkap dengan asrama dan warung-warung makan bernama Bariklana.
Sungguh, saat melewati jalan-jalannya pun, hawa khas Kudus tetap menempel di benak saya.
Baunya khas.
Khas seperti kretek.
Dan kami pun kembali melaju ke arah Semarang, mencoba mengejar waktu karena sore ini kami akan kembali ke Jogja...

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...