Sunday, May 8, 2011

Aliran Kaki Besar

Saya punya kaki besar.
Dan saya termasuk anggota aliran kaki besar.
Kaki di sini bukan telapak kaki, tapi betis.
Oke, saya ralat, saya adalah aliran betis besar.

Sekarang ada kuis iseng-iseng saja, silakan sampeyan lihat foto di bawah ini, pertanyaannya sangat gampang, tak sesusah menancapkan ekor keledai dengan mata tertutup, yang manakah kaki saya?
Ah, saya sudah bilang, ini terlalu gampang!
Kadang saya heran juga, kenapa betis teman-teman saya selangsing burung bangau, sedangkan saya sebesar betis kudanil. Ah!

Jadilah saya ingat tentang hal-hal di masa lampau yang mungkin turut berperan serta dalam pembengkakan betis saya yang selalu saja orang bilang, sikil iso nggo nggebuk maling, atau kaki bisa dipakai untuk memukul maling, atau ada juga yang bilang kaki saya seperti orang hamil, ah!

Saya jadi ingat, kenapa (mungkin) betis saya besar.

Sejak TK saya berjalan kaki ke sekolah. Karena tak punya sepeda.
TK selama satu tahun, lalu dilanjutkan dengan SD.
Enam tahun itu juga saya selalu berjalan kaki. Pulang pergi. Karena saya tak bisa naik sepeda. Selepas SD, saya bersekolah di SMP. Karena jaraknya jauh, di dekat Pasar Terban sana, maka saya harus berangkat naik angkot, Kobutri namanya dan pulang naik bis jalur 4.
Jadilah tiap hari selama tiga tahun saya naik bis, jalan kaki sampai sekolah, pulang naik bis, turun Malioboro, lalu jalan kaki sampai rumah. Selama 3 tahun. Jumlah sementara sudah 10 tahun jalan kaki.
Oke, saya SMA. Menghabiskan tiga tahun di Mojokerto. Jarak rumah nenek sampai sekolah saya kira-kira dari Stasiun Tugu sampai Kantor Pos Besar. Dan tiap hari selama tiga tahun saya jalan kaki. Yak, jadi berapa? 13 tahun!
Kuliah di Sanata Dharma, saya masih naik bis, jalan kaki, naik bis, bersepeda, naik bis, dan jalan kaki. Selama dua tahun. (total 15 tahun!)
Setelah saya bertemu dengan Greg, lumayan tak berjalan kaki lagi karena ada yang mengantar, tapi tak pernah menjemput.

Oke, kita akan belajar menghitung, 1+6+3+3+2=15.
15 tahun berjalan kaki!
5,475 hari! 131,400 jam!

Pantas saja betis saya sebesar pemain sepakbola!

Oke, untuk menghibur diri, saya kadang bilang kepada Greg (yang betisnya juga kecil dan ramping), kalau saya dikaruniai betis besar agar bisa menopang hidup saya yang berat, jadi kalau kaki saya kecil, pasti nggak akan kuat menyangga tubuh saya, apalagi hidup saya!

13 comments:

  1. like thissssss. kita kan sesama betis besar jeng. hihihi... tapi memang bener. kata pacarku, kakiku bisa buat nendang maling. lenganku bisa buat mukul maling. jadi aku aman sentausa. huahaha.. ;)

    ReplyDelete
  2. hahahaha :D tengkyu Bungaaa :D
    ah, mosok betis'mu besar?

    btw, selamat datang di ALiran Kaki Besar! :D

    ReplyDelete
  3. wah kamu ojo ngece lho. betis besar, paha besar, lengan besar. hikssss. huahahha

    ReplyDelete
  4. kakiku besar dan beda ukuran. yang kanan 44, yang kiri 45.

    anyway, aku ndelok poto kui karo merem wae iso langsung ngerti sikilmu sing endi van :DDD

    ReplyDelete
  5. @Bunga: hahahaha, tapi kan posturmu oke, duwur, yo rapopo nek gede :p hihihihi

    @Bono: kui telapak kaki to, ha iki ngomongke kempol je, kempol SGM alias 'sikil-gebuk-maling :p
    btw, komen terakhirmu menusukku. hahahaha. telooooo :D

    ReplyDelete
  6. kempolku yo tetep wae SGM van :D

    ReplyDelete
  7. hahaha :)
    kalau begitu: selamat datang di Klub Aliran Kaki Besar alias SGM Community :)

    ReplyDelete
  8. Analisa sederhana tapi komplit tentang alasan mengapa kakimu besar. eh, betis. alaah.

    ahahaaaa...

    saya terhibur lagi van...

    ReplyDelete
  9. hahahaha :D
    ya, begitulah, kenapa betis saya sebesar tiang listrik di depan gang rumah saya :p

    terimakasih sudah berjalan dan tertawa bersama si betis besar :p hihihihi

    ReplyDelete
  10. hehe, halo mbak.
    betis saya juga sering dikasih nama oleh orang2 sekitar-betis tukang becak sampai betis jagung...hehe
    tapi kaki besar (lengkap dengan betis rambo dan jari2 yang 'katanya' jempol semua ini....ternyata sangat nyaman dipakai berjalan2 seharian-sambil memopong Gilang....

    Semangat...

    Chinta

    ReplyDelete
  11. makasih Mbak Chintaa :)

    waah, dunia sungguh sempit ya, aku juga kenal baik dengan temen-temen Canting, dan aku dulu yang nge-les-in papanya Gilang bahasa indonesia, hihihihi :)
    ah, dunia ternyata tak "sebesar" betis kaki kita!
    :D

    salam sayang buat Gilang ya :)

    ReplyDelete
  12. Jangan merasa kurang krn betis besar, harusnya merasa lebih,... lebih besar dari org lain..he..he. Sebenarnya banyak para pria yang mengejar wanita karena tergiur betisnya yg besar yang berbentuk seperti beras. Bagi mereka itu sangat indah. Yakinlah dengan proposi badan ramping, betis besar/padat(lingkar ankle-nya juga besar) sangat disukai para pria contohnya spt Asmirandah, anggun c sasmi, para dancer, para wanita asisten pertunjukan sulap dll.

    ReplyDelete
  13. hehehe :D
    iya Mbak cyakwingking :D
    maturnuwun komennya :D

    ReplyDelete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...