Tuesday, April 26, 2011

Episode Adik #3: Tentang Wisnu

Selamat berjumpa lagi dalam Episode Adik! Kali ini saya akan bercerita tentang adik saya yang bungsu, setelah beberapa waktu lalu saya sempat bercerita tentang adik saya yang mandinya lama dan adik saya yang lain yang kalau tidur tak boleh ada suara. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang Wisnu, si kecil yang pemalu tapi hiperaktif. Yang selalu lengket dengan saya dan yang berjarak 19 tahun dengan saya. Inilah Muhammad Ilmi Wisnu Wardhana.
Jadi, adik saya yang paling kecil ini punya sejarah yang cukup menarik. Lahir 15 Mei 2004 saat saya sedang berada di Gunung Kidul untuk syuting film dokumenter tentang tarian rakyat. Saya mendapat sms dari Ayah saya pagi-pagi sekali saat saya masih teronggok dengan kru-kru film lainnya, tidur nyenyak setelah pengambilan gambar pada malam sebelumnya. Langsung saja saya turun gunung dan pulang ke rumah.
Sampai di rumah, sepi.
Beberapa menit kemudian, Ayah saya muncul. Dia bilang, ayo kita buat aruman! Ambil kertas dan pensil!
Saya lalu membantu ayah saya membuat aruman. Dalam masyarakat Jawa, pada setiap bayi yang lahir, ari-arinya disimpan dan nantinya akan ditanam di dalam sebuah aruman, yaitu gundukan tempat ari-ari ditanam di sudut rumah yang ditutupi dengan anglo terbalik dan setiap malam diberi lampu dan bunga-bunga. Dan saya baru tahu kalau ada kertas yang ikut ditanam beserta jarum dengan benang di ujungnya. Kertas yang ikut ditanam adalah nama si bayi yang nantinya akan ditulis dalam 3 bahasa, latin, arab dan jawa.
Saya bertanya, nama adik kita siapa Yah?
Ayah menjawab: Muhammad Ilmi.
Saya ingat tentang sesuatu dan langsung nyeletuk: boleh saya tambahi namanya? Ayah mengangguk.
Jadilah saya menulis dengan sangat hati-hati dan rapi di atas secarik kertas itu dalam 3 bahasa: Muhammad Ilmi Wisnu Wardhana.

Empat bulan sebelum Wisnu lahir, kami baru tahu kalau ibu hamil lagi. Jadilah kami semua dikumpulkan dan ayah saya bilang dengan sangat bijaksana:
Kalian semua akan punya adik lagi. Karena ibu kalian sudah hamil 5 bulan.
APA???
Saya bingung, tak tahu harus bagaimana. Ekspresi saya malah seperti saya yang divonis hamil oleh dokter. Saya merasa belum siap punya adik lagi. Apalagi saya sudah 19 tahun waktu itu.
Ah, ayah saya kenapa menginvasi ibu saya lagi? Ah!


Saya lalu menelpon ke seorang paranormal.
Saya mendapat nomornya dari secarik koran yang ada di sebuah sofa di wartel dekat rumah saya. Saya curhat kepada si paranormal.
Lalu si paranormal itu menjawab:
Adikmu laki-laki. Laki-laki. Berilah nama Wisnu.
Artinya wis-sing-nganu.

Dan ternyata benar.
Adik saya laki-laki. Dan saat saya disuruh ayah menuliskan nama untuk aruman, spontan saya tambahi: Wisnu Wardhana.

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...