Saturday, January 8, 2011

Sidosemi, Semangkok Rasa di Bumi Mataram Lama

Seringnya saya ke Kotagede membuat saya selalu mencari-cari tempat yang enak dan unik untuk sekedar melepas lelah sambil minum teh atau makan kudapan khas Kotagede. Dan bertemulah saya dengan warung kuno bernama Sidosemi. Tulisannya saja 'warung ys'. Saya pikir 'ys' itu singkatan, eh ternyata 'ys' dibaca 'es', jadi ya 'warung es Sidosemi'. Letaknya di sebelah selatan makam Kotagede, kanan jalan. Warungnya sederhana. Dengan lincak bambu, dan meja-meja sederhana serta bonus kipas bambu yang sengaja disediakan oleh si penjual bagi para pembeli Sidosemi yang kepanasan. Jadi ya sampeyan bisa pinjam kipas bambu untuk sekedar mencari angin di tengah hari yang terik.
Sarsaparila dan semangkok es kacang ijo.
Menu andalan di warung ini adalah es kacang ijo yang dicampur dengan ketan. Hanya tiga ribu saja semangkok. Juga ada bakso yang seperti bakso pada umumnya, hanya bedanya ditambahi irisan wortel segar. Semangkok bakso seharga lima ribu rupiah. Kalau sampeyan ingin cita rasa kangen di lidah, sampeyan bisa membeli sebotol sarsaparila yang botolnya jaman dulu sekali.
Keunikan warung Sidosemi ini tidak hanya terletak pada kudapan yang 'tempo doeloe' tapi warungnya pun masih sangat tempo dulu. Dengan dekorasi ruangan yang masih dipertahankan sama seperti waktu awalnya, berkunjung ke Sidosemi menjadi pilihan yang sangat menarik jika sampeyan bertandang ke Kotagede, sambil belajar membaca aksara Jawa yang banyak tertulis di dinding warung kuno ini!
Ayo ke Sidosemi!
Ssst, jangan lupa, kalau Selasa, tutup lho :)

'sapa durung salat'
(siapa yang belum sembahyang)
'yen selo sok tutup' - 'yen seloso tutup'
Tutup kalau Selasa.
Di Jawa, selasa berarti 'sela-selaning manungsa'.
Daftar menu. Murah meriah!
Asyik untuk melamun dengan sarsaparila dan kipas bambu di tangan!
Daftar menu jaman dulu.
Wah, kamera saya goyang! Maaf!

Sudut Sidosemi yang penuh dengan botol sarsaparila.
Dan tulisan Jawa, tentu saja.
Kipas bambu: pinjam gratis bagi para pengunjung Sidosemi yang kepanasan.
Ayo! Belajar Aksara Jawa!
Sudut kampung Kotagede, tepat di depan warung Sidosemi.

9 comments:

  1. eh Mas Moeklas to :) Mas, follow aku yo. aku tak follow conthong :) hehehe

    ReplyDelete
  2. lah kuwi aku ra ngerti carane folow-an ngunu wekekkee....

    ReplyDelete
  3. ngene lho Mas, bukak dashboard-mu, terus ono tulisan Reading list, goleki boks tulisane ADD, kui di-klik, mengko ono tulisan URL, nah lebokke wae, URL-ku: kurakurakikuk.blogspot.com, njut klik NEXT, njur klik FOLLOW. wis. ngono thok Mas :) tak tunggu yo :) aku wis follow nggonamu Mas :)

    ReplyDelete
  4. wis tak follow wis... bener ora mbuh ra ngerti aku wekekekke

    ReplyDelete
  5. jadi ingat masa kecil...jadi kangen dengan suasana kotagede..

    ReplyDelete
  6. hihi :p mampir aja ke Sidosemi :) sambil jalan-jalan di Pasar Kotagede :)

    ReplyDelete
  7. kok irisan wortel to mas..?? perasaan tomat sik dimasukkan di baksonya..!!??
    yo wiss ga popo... ra dosa sik jelas..
    yg penting tetep terus nulis & dibanyakin tentang wisata kuliner, neng ndi ae.. hehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..maturnuwun Mas Koes sudah diralat, hehehe, iya, tomat tomat :)
      btw saya ini perempuan lho, hehehe :D

      sip, sip, nuwun :)

      Delete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...