Sunday, January 23, 2011

Mabuk Kamera

Waow!
Saya baru bisa menengok laptop saya karena selama 2 hari ini saya sibuk syuting film! Apa? Iya, syuting film.
Wah, saya sendiri juga ndak tahu, kenapa bisa dalam waktu 2 hari berurutan, saya harus syuting film dengan 3 kelompok yang berbeda-beda.
Memang, pengalaman saya masuk TV berawal sejak saya kelas 4 SD. Saya diajak Om saya untuk berperan dalam sebuah drama keluarga yang ditayangkan di TVRI. Bayarannya waktu itu? 7500 rupiah!

Jumat kemarin, saya harus berperan sebagai hantu kuda putih genit di sebuah rumah berhantu di pinggir Kali Code bersama dengan 3 seniman Australia, Zanny Begg, Keg de Souza dan Lucas Abela. Tahun 2008 lalu sebenarnya saya juga diajak mereka, tapi untuk projek yang berbeda, yaitu Cities Without Maps.
Nah, Jumat kemarin saya diajak untuk bermain dalam projek berjudul Part-time Ghostbuster, bersama dengan lakon utama Pak Kuncung dari Ratmakan dan Buyung Mentari sebagai Babi Ngepet.

Dan saya?
Saya jadi 'Jaran Penoleh' atau 'Kuda yang Menoleh'. Sebenarnya ajian Jaran Penoleh ini adalah sebuah ajian pesugihan atau ajian untuk cepat kaya, yang konon kata Pak Kuncung, dengan memelihara seekor kuda betina yang putih dan cantik mulus, nah tuannya si kuda ini (kebanyakan laki-laki) harus berhubungan seks dengan si kuda ini setiap malam untuk mendapatkan uang otomatis yang akan keluar setelah mereka berhubungan seks.
Wah, peran yang sangat menantang!
Ha-ha-ha!

Lalu Sabtu paginya, saya diwawancarai oleh seorang videomaker dari New York yang ternyata temannya Mas Zamzam, seorang perempuan cantik dan tinggi sekali bernama Diana Whitten yang sedang membuat film 'Vessel'.
Dia ingin mendengarkan saya sehubungan dengan pengalaman saya sebagai seorang perempuan yang mengalami banyak peristiwa-peristiwa seksual.
Ha-ha-ha. Jujur sekali ya! :D
Jadi, film ini berkisah tentang perempuan-perempuan yang mempuntai pengalaman seru dalam hidupnya, misalnya saja bersentuhan langsung dengan kasus-kasus aborsi, pemerkosaan, dan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Wah, wah, wah.

Dan sore harinya, masih hari Sabtu, saya dan Greg bersiap-siap untuk disyuting oleh TV Perancis, produsernya (Philippe) langsung datang dari Perancis, bersama dengan rombongan sutradara (Jean-Michel) dan kameraman (Damian) dan teman baik saya yang asli Korea tapi bekerja di Swiss (Lawrencia Kwark). Mereka hendak memfilmkan kisah saya dengan Greg karena kami adalah pasangan berbeda agama yang 'dianggap' punya cerita menarik karena ada konflik-konflik dan spirit besar untuk tetap bertahan (5,5 tahun!)

Ya.
Jadilah saya mabuk kamera!
Syuting dengan tim Australia, tim New York, dan tim Perancis selama 2 hari berturut-turut.
Waaah!
*tak sabar menunggu hasilnya!*

7 comments:

  1. jan.... ra nggenah iki bocaeh. ora sabar nunggu hasilnya

    ReplyDelete
  2. wahahahaha,, keren tul, bar kuwi nang sri lanka yo! :D

    ReplyDelete
  3. edan, hahaha
    mbak artis eh aktris :P

    meunggu terutama film yg terkahir, apa wae sing dicover kui? hihihi
    tapi yakin ki? dipublish dong... good luckkk

    ReplyDelete
  4. hehehe...semuanya: nuwun njiih :)

    film yg terakhir akan diputar di stasiun TV swasta di Paris :)

    semoga saya dapat kopiannya lalu kita akan tonton bareng2 :) yeeeehaaaaaa!

    ReplyDelete
  5. aku jadi pengen nonton hasilnya,,, wujud mb Vani di depan kamera haha
    mbak aku pinjem novel yang Lusi Lindri ya? boleh ta

    ReplyDelete
  6. @gadis coklat: hehehe. iya jeng :) Genduk Duku'nya dibalikin dulu, baru tak pinjemi Lusi Lindri :) hehehe

    ReplyDelete

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...