Saturday, January 15, 2011

Aja Lara Soale Lara Larang

*aja lara soale lara larang adalah Bahasa Jawa, yang artinya 'jangan sakit, karena sakit mahal'

Jadilah, saya geregetan sekali.
Bagaimana tidak?
Sepertinya sakit itu datang beruntun.
Pertama, adik saya, Wisnu, sakit, sekitar pertengahan Desember lalu.
Disusul adik saya, Nunna.
Penyakitnya sama:
panas, demam, hidung berair, pilek, batuk, lemah, lesu, pusing, mual.
Penyakit saat musim hujan tiba.
Lalu, saya yang kena.
Disusul adik saya, Dea.
Yang terakhir, bapak saya.
Dan ini yang paling banyak mengeluarkan uang.
Setelah kemarin adik saya yang lain lagi, Bagus, kecelakaan dengan sepeda motornya (beberapa bagian wajahnya dijahit dan memar-memar).

Bapak saya termasuk orang yang tak suka dengan rumah sakit.
Ia tak mau dibawa ke rumah sakit kalau sakit.
Tak mau minum obat kalau sakit.
Tak mau disuntik.
Makanya ia menolak KB (dan hasilnya adalah keluarga besar!)
Meskipun saat KB bukan bapak saya yang disuntik, tapi ibu saya,
jadi sebenarnya kalimat terakhir di atas hanyalah sekilas info saja.

Dan walhasil,
saat bapak saya sakit, semua bingung.
Dan terpaksa harus mengundang tetangga yang dokter di sebuah rumah sakit militer di Yogya.
Dan habislah lima botol infus beserta obat-obatan.
Dan ketika saya di-sms tagihan pengobatan,
saya mendelik.
Edan!
Saya geleng-geleng kepala sambil ngeleg idu.
Saya termasuk orang yang tak pernah merasakan dinginnya kasur rumah sakit (semoga tak akan pernah, dan saya tidak minta).
Kalau sakit, saya biasanya istirahat di rumah, makan banyak-banyak, minum banyak-banyak, dan tidur banyak-banyak.
Sudah itu saja.
Mungkin dengan obat, tapi saya tak mau banyak-banyak minum obat.
Vitamin, mungkin iya.
Tapi obat saya tak suka. Susah menelan, dan tak suka pahit.
Jadilah saya lemas membayangkan bapak saya yang mungkin sekarang semakin stres karena sms berisi tagihan biaya rawat dan infus tadi.
Wah, saya heran sekali.
Sebenarnya kita bisa lho hidup sehat.
Dan beberapa tahap sudah saya jalankan:
tidak makan daging, mengurangi gorengan, minum air putih, meditasi, membaca buku, rekreasi, bersepeda, menulis, menonton pameran seni, mendengar musik berkualitas, minum vitamin, makan sayuran dan buah.
Memang porsi olahraga saya kurang sekali.
Dan masih sering begadang.

Ajian orang miskin hanya satu:
Jangan sampai sakit.

Karena kalau sakit, wah, ya sudah, hutang sana hutang sini.
Dan sekarang,
saya sedang bingung, bagaimana caranya membayar biaya bapak saya.
Jadi ingat teman baik saya yang berhutang dan menggadaikan barang-barangnya demi membayar biaya rawat inap di sebuah rumah sakit terkenal mahal di Yogyakarta.

Wah, ampun sakit nggih, awis!
*jangan sakit ya, MAHAL!*

2 comments:

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...