Friday, December 17, 2010

Mesin-mesin di Balik Kemudi

Pak Nahkoda.
Masih melanjutkan cerita saya saat pertama kali naik kapal menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, saya akhirnya bisa masuk juga ke ruang nahkoda, tempat si juru mudi kapal mengemudikan kapal yang saya tumpangi. Awalnya, saya hanya iseng-iseng saja motret-motret, hingga ada laki-laki yang dengan ramah menyilakan saya masuk ke ruang kemudi. 
Waaah, baru kali ini saya masuk ke dalam ruangan yang ajaib ini. Ya, ajaib, karena saya ndak tahu sama sekali apa ini apa itu. Saya ngobrol sebentar dengan pak nahkoda, tentang 'ini apa pak', 'kalau itu apa pak namanya' dan 'oh, gitu to caranya,' tapi ya saya sudah lupa lagi sekarang. Jadi saya potret saja yang banyak supaya suatu saat saya ingat. Mangga dipunpirsani.

Roda. Jendela. Gunung. Laut.
Kabel. Angka. Angka. Angka.
Ini apa ya? Saya lupa.
Simetris.
Ada sesaji di balik kemudi. Harum.

Tombol. Tuas. Lampu. Kabel (lagi).
Salah satu sudut ruang di dalam ruang kendali.
Mengingatkan saya akan alarm kebakaran. Jangan-jangan ini juga sensor api.
Salah satu sudut yang saya suka di dalam ruang kendali ini.
Lagi-lagi roda yang mengintip di balik jendela. Laut berkabut.
Saya di balik mesin kendali kapal. Susah ya jadi nahkoda.

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...