Monday, November 29, 2010

Sebaskom Sop dan Sore yang Jingga

Sore itu, pacar saya, Greg senang tidak enak badan. Sebagaimana biasanya, setiap Greg demam dan meriang, ia selalu ngidam sop. Kami biasanya makan sop ayam di depan SMP 16 Nagan, tapi kalau Minggu biasanya tutup, dan mungkin kami ingin sesuatu yang berbeda. Kami memang senang mencoba makanan baru. Untuk mencoba makanan di restoran yang harganya mahal, kami akan datang satu kali saja, mencoba, merasa, mencecap, dan cukup. Karena bagi kami, tidak bijak untuk mengeluarkan uang lebih banyak berkali-kali untuk makan sesuatu yang sama di tempat yang sama. Mending makan di angkringan berkali-kali, sekalian mendukung ekonomi lokal.
Oya, jadi kami pergi ke warung Thailand yang berjudul Phuket sore itu. Kami memesan Sop Tom Yam Ayam, dua roti Naan, dan Sup Buah. Wah, Greg sudah tidak sabar rupanya. Saya raba keningnya, panas dan agak lembab. Setelah beberapa menit menunggu, inilah yang hadir di hadapan kami.

Si Mbak pramusaji membawa kompor lengkap dengan baskom penuh dengan sop Tom Yam yang masih panas mengepul, disusul dengan dua piring roti Naan yang gurih, dan semangkuk sup buah bercampur susu. Waa.

Kami segera mengambil mangkok dan menciduk sop panas berwarna oranye pekat itu. Hmm, segar sekali. Rasanya pedas manis asam. Ada jamur yang mengambang di atasnya.

Sop Tomyam dan Roti Naan
Roti Naan yang gurih, tapi saya selalu tidak suka saos wijennya. Tidak cocok untuk gurihnya roti menurut saya.
Sop Tom Yam ayam a la Phuket
Saos wijen, merica bubuk, dan cabai ekstra.
Sup buah yang enaaak sekali. Susunya segar dan pas dengan buah-buahnya.

Isinya: melon, semangka, apel, pepaya, dan pir.

Greg yang sedang demam, baskom yang bersih, dan piring yang kosong. Sore yang indah!

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...