Friday, November 12, 2010

Menyusuri Jalanan Bandung

Di ujung Braga, saya menemukan ada semacam mall berjudul Braga City Walk, yang sangat meriah tampilannya dengan segala lengkung dan sulur bunga-bunga. Tapi karena waktu masih pagi, Braga City Walk masih sepi. Hanya terlihat beberapa orang menyapu, membersihkan kounter, dan saya pun masuk melihat-lihat. Ya memang masih sepi. Kounter-kounter masih terbalut dalam bungkus-bungkusnya yang warna-warni. Spontan saya menengok ke atas, dan ternyata ada sarang besar sekali saling jalin menjalin di atas saya. Ada dua ekor capung besar yang melayang di bawahnya. Hmm, saya kira tadi sarang laba-laba. He-he.
Begitu melangkah masuk, sudah disambut dengan tulisan ini.
Sarang besar di atap ternyata milik dua capung raksasa, saya kira rumah laba-laba!



Berpose di depan kounter Tahu Brintik yang "menggelitik lidah sampai tak berkutik".
Dari ujung jalan Braga, saya mengambil jalan ke kiri, dan menemukan bahwa becak Bandung cukup unik. Seluruh badan becaknya dihias dengan sulur-sulur warna-warni. Atau setidaknya saya bisa bilang "wow, becaknya meriah sekali!" Saya bertemu dengan Pak Becak berkaos oranye terang ini yang mengacungkan jempolnya saat saya hendak memfoto beliau dan becaknya. Namun saya juga sempat melihat seorang nenek tua yang terbungkuk-bungkuk di pinggir jalan, entah sedang mencari cucunya atau mencari tempat berteduh.
Pak Becak yang Amanah dan Dimas.
Seorang nenek bungkuk yang kecil sekali, yang entah sedang mencari cucunya yang hilang atau sedang mencari tempat berteduh dan sesuap nasi, saya hanya bisa berdoa dalam hati.
Saya lanjutkan jalan-jalan saya dengan melewati jalan yang di kedua sisinya banyak gedung-gedung besar, seperti gedung Bank Indonesia, gedung pemerintahan, kantor-kantor, gereja, museum, waaaa...tak jemu-jemu saya memandangnya! Lalu saya berbelok ke arah Gedung Indonesia Menggugat, tempat Soekarno dkk mengajukan gugatannya, lalu kembali lagi ke arah jalan utama dan masuk ke taman kota yang ada badak putih-nya, lalu keluar naik jembatan penyeberangan yang mengantar saya pada pintu gerbang sebuah sekolah yang rameee sekali. Saya kira sedang ada senam pagi, ternyata anak-anak SD itu sedang pencak silat dengan iringan musik rancak, lalu saya melewati sebuah gereja lagi, dan akhirnya berjalan menuju stasiun Bandung.
Gedung Bank Indonesia yang hampir mirip dengan Gedung BI di Yogya.
Ini gedung apa ya? Saya lupa. Saya suka dengan jendela-jendelanya yang warna-warni.
Ini sepertinya Gedung Kerta Mukti, yang berhubungan dengan pemerintah daerah dan air. Mungkin. He-he.
Inilah gedung dimana Soekarno dkk mengajukan gugatan saat dijebloskan ke penjara Sukamiskin.
Gereja di samping gedung Indonesia Menggugat.
Menengok badak bercula satu di taman kota.
Inilah SD yang siswa-siswinya sedang asyik pencak silat. Saya foto dari jembatan penyeberangan. Wah, kalau di Jogja nggak ada yang kayak gini ya.
Gereja kedua yang saya lihat dari seberang jalan saat saya hendak menyeberang jalanan kota Bandung. Susah sekali nyebrang di sini!
Waaa... TTS! Banyak dijual di emperan jalan. Saya kaget melihat judul TTS yang sangat 'barat' (MADONA) bersanding dengan nama lokal yang sangat Bandung sekali (IPUL). Hahaha. Kalau Om saya yang namanya Ipul melihat ini pasti dia ngakak sambil guling-guling di lantai. Ha-ha-ha!

No comments:

Post a Comment

terimakasih ya sudah mampir dan menyapa kurakurakikuk :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...